15 Oktober 2016
Bagikan :

Sedot lemak itu seperti apa, sih? Apakah sakit? Apakah aman untuk kesehatan?
Begitu deh kira-kira pemikiran kaum perempuan yang penasaran dengan sedot lemak. Bagi dunia selebriti Indonesia, sedot lemak bukanlah hal yang baru. Sudah banyak selebriti yang melakukan sedot lemak untuk menjaga kesehatan dan bentuk tubuh agar tetap ideal. Namun di kalangan perempuan Indonesia secara keseluruhan, informasi tentang sedot lemak masih terbatas dan tidak banyak diketahui.
Untuk menambah pengetahuanmu seputar sedot lemak, tidak ada salahnya lo kalau kamu menyimak fakta penting seputar sedot lemak ini. Wawasanmu seputar dunia kesehatan pasti akan bertambah.


Bagian-Bagian Tubuh yang Paling Banyak Mengandung Lemak
Tidak semua bagian tubuh manusia mengandung banyak lemak. Pada umumnya, orang-orang yang kelebihan berat badan atau mengalami obesitas memiliki kelebihan lemak pada bagian leher, lengan, perut, dada, paha, dan pinggang. So, bagian-bagian tubuh tersebut akan menjadi fokus dalam proses sedot lemak.


Sedot Lemak Bikin Berisiko Membuat Kulit Bergelambir
Sedot lemak akan menimbulkan efek pada tekstur kulitmu. Semakin banyak lemak yang diangkat, maka semakin besar risiko timbulnya gelambir pada kulit. Hal ini dapat terjadi karena lapisan lemak yang menopang kulit mengalami pengangkatan secara tiba-tiba. Namun timbulnya gelambir bisa diminimalkan jika kamu memiliki tingkat elastisitas kulit yang baik. Sebab kondis kulit akan kembali kencang jika kebutuhan nutrisi kulit terpenuhi dengan baik.


Efek Samping Pasca Sedot Lemak
Semua orang yang menjalani sedot lemak akan mengalami efek samping pasca sedot lemak. Biasanya kulit akan tampak membengkak dan memar. Pembengkakan tersebut bahkan berisiko menyebabkan mati rasa karena ada jaringan saraf di sekitar kulit yang terkena tekanan. Efek samping ini biasanya tidak berlangsung lama, kurang lebih 2 hingga 3 minggu sebelum kondisi kulit berangsur-angsur membaik.


Orang yang Mengidap Keloid Harus Berhati-hati
Orang yang mengidap keloid berisiko mengalami bekas keloid karena luka sayatan sewaktu operasi sedot lemak. Jadi, kamu yang mengidap keloid harus melakukan langkah antisipasi sebelum merencanakan sedot lemak. Jangan lupa berkonsultasi dengan doktermu dan beritahukan bahwa kamu memiliki riwayat keloid. Sehingga doktermu dapat menentukan prosedur sedot lemak yang tepat agar tidak menimbulkan keloid baru pada kulitmu.

Apakah kamu tertarik untuk menjalani sedot lemak, ladies?
Tentukanlah pilihan bijak yang sesuai dengan kondisi kesehatanmu, ya. Sedot lemak atau tidak, yang penting kamu senantiasa sehat dan bahagia.

Komentar (0)

related article